Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 Juli 2014

Kampus Modern Berbeasiswa


Bogor EduCARE atau sering di sebut dengan BEC adalah sebuah lembaga pendidikan yang memberikan FULL SCHOLARSHIP ( beasiswa penuh) bagi orang-orang yang mempunyai minat tinggi untuk belajar dan keadaan ekonomi yang kurang. BEC menyediakan pendidikan  satu tahun dengan jurusan administrasi bisnis serta berbasis bahasa inggris dan computer. Mahasiswa BEC di bekali empat kemampuan ilmu yaitu administrasi, bahasa inggris, pendidikan akhlak dan computer.
         
Kampus Bogor EduCARE
       Bogor EduCARE yang bernaung di bawah Yayasan Peduli Pendidikan Mandiri berdiri pada tanggal 29 Agustuis 2001 atas inisiatif Bapak Ir. H. Ahmad Kalla. BEC terus berkembang maju sesuai dengan tuntutan zaman. Pada awal berdirinya BEC menempati rumah sewa di panaragan kidul no.18 Bogor dengan fasilitas dan sarana prasaran terbatas serta daya tampung terbatas. Kemudian pada awal tahun 2008 BEC menempati kampus sendiri yaitu di jalan Cikiray Rt 3/6 Desa Sukaraja Kecamatan Sukatani Kabupaten Bogor dengan bangunan tiga lantai, mempunyai 17 ruangan kelas, oleh karena itu kampus BEC menjadi tempat yang sangat nyaman untuk belajar.
          Selain gedung yang bagus untuk mendukung proses belajar mengajar agar berjalan dengan lancar dan maksimal, BEC juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai dan modern antara lain : lab. Bahasa, lab. Computer yang dilengkapi dengan LCD computer , ruang multimedia, ruang kelas dengan LCD proyektor, perpustakaan, mushola, dan Lokar untuk setiap mahasiswa. Dengan jadwal perkuliahan yang padat, senin sampai dengan jum’at dari jam 08;00-16;00 WIB. Dan disediakan makan siang bagi seluruh mahasiswa.
          Saya adalah salah satu orang yang beruntung, karena bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di kampus yang berkualitas ini. Banyak perubahan yang terjadi dalam diri saya, banyak ilmu yang saya dapatkan di kampus ini yang mungkin tidak akan pernah di dapatkan oleh orang lain di kampus lain.
          Saya menjadi orang yang sangat percaya dengan kata-kata     “ don’t think hard but think smart”. Itu adalah serangkai kata yang terucap dari lisan seorang dosen yang kemudian menjadi motivasi bagi saya.
Bahwasanya jika kita menganggap itu hal yang mudah dan kita berfikir bisa untuk melakukannya maka hal itu akan menjadi sangat mudah dan kita pasti bisa melakukannya. Akan tetapi jika kita berfikir itu sangat sulit dan tidak bisa melakukannya maka itu akan menjadi sangat sulit untuk kita kerjakan. Remember it!!!!!

Senin, 14 Juli 2014

Doa-Doa di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak-banyak berdoa. Diantara doa-doa penting yang harus dibaca pada bulan Ramadhan adalah:
1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:
اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR. Ahmad)

2. Doa Lailatul Qadr:
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR. Tirmidzi)
3. Doa Shalat Witir:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR. Nasa’i)
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR. Daruquthni)
4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:
أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, Surga¬-Mu dan selamatkanlah saya dari neraka-Mu.
5. Doa Buka Puasa
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ

Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-¬Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud)
6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:
أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ

Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR. Abu Dawud)

PETUNJUK NABI DALAM BERPUASA


              Petunjuk puasa dari Nabi shallallahu 'ala ihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, paling mengena dalam mencapai maksud, serta paling mudah penerapannya bagi segenap jiwa.
Di antara petunjuk puasa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada bulan Ramadhan adalah:

1.Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah. Jibril'alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur'anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan; beliau juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur'anul Karim, shalat, dzikir, i'tikaf dan bahkan beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain
.
2.Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melakukan hal yang sama. Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka dengan air.

3.Nabi'shallallahu 'alaihi wasallam melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya, "Sesungguhnya aku sedang puasa."

4.Jika beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya memilih antara berbuka atau puasa ketika dalam perjalanan. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendapatkan fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.

5.Termasuk petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah membebaskan dari qadha' puasa bagi orang yang makan atau minum karena lupa, dan bahwasanya Allahlah yang memberinya makan dan minum.

6.Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa beliau bersiwak dalam keadaan puasa. Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi beliau melarang orang berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan.

Rabu, 09 Juli 2014

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.
 “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)

Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!
Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta’aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan.
Padahal coba perhatikan hadits berikut:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)
Lalu apakahlafal khususNabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di samping ini: